Sabtu, 08 Juni 2013

[CERPEN] SATU KATA DARI KAMI UNTUK KALIAN

SATU KATA DARI KAMI UNTUK KALIAN
by : ME
      Cerita ini dimulai ketika akhir semester kedua hampir usai.


   Pada suatu hari yang indah. Aku senang berada dikelasku tercinta walau kelasku itu bising dan banyak sekali guru yang kesal pada kami. Hari itu ada acara lomba madding di sekolah ku. Sakura dia adalah teman sekelasku kemudian ia berseru “Pasti kita menang jadi juara satu kalau pun tidak kita sudah berusaha”_serunya. Kemudian aku menanggapi seruanya itu “iya,sa kita pasti bisa kok”_jawabku. Namun semua itu pudar seketika setelah acara usai dan di umumkannya pemenang ternyata kelas kami tak pernah menang . Ya apa boleh buat aku fikir memang belum rezeki.
Hingga pada suatu ketika tersiar kabar bahwa akan diadakan pertandingan futsal antar kelas yang diadakan oleh sekolah dan di pimpin oleh organisasi intra sekolah(OSIS). Kemudian kabar itu makin santer tersiar ibarat sedang bediri di tengah hujan badai,hari itu banyak siswa yang berbisik-bisik. Seluruh kelas berusaha berjuang dan begitu pun kelas kami yang tak pernah mau kalah walau banyak yang menganggap kami remeh.
Hari demi hari kami lalui. aku(Kanata),kiriko,hikaru dan taro sudah bersiapa untuk hari pertandingan kami dan hari yang kami nantikan telah datang ya tepatnya pada hari ini tanggal 28 maret 2013. Kami dengan wali kelas kami bernama bapak Jarko berkumpul untuk mengatur strategi permainan tak disangka kiriko nyeletuk sesuatu hal yang membuat kami bersemangat dan seluruh murid perempuan kelasku juga bersemangat “Kita menang kita pasti bisa jangan takut sebelum mencoba”_ujar kiriko. Sepontan ucapan itu membuat semuanya seperti burung yang berceloteh “iya kita tunjukan pada semuanya”_ujar teman-teman satu kelas. Di hari pertama pertandingan itu team kami menang. Detik demi detik jam silih berganti musim baru telah datang menanti kami yang tadinya telah sangat berjuang keras melawan seluruh kelas demi memperebutkan tiket kebabak final dan menjadi juara satu dan untuk menunjukan bahwa kelas kami yang jahil bisa serta demi untuk membuat wali kelas kami bangga dan untuk kado perpisahan dari kami sekelas untuk beliau karena sudah tidak akan berada disekolah tercinta ini dengan alasan kontraknya telah habis. Seluruh siswi perempuan menonton kami.Mereka selalu memberika dukungan kepada kami walau kami kelelahan.
Hari yang kami nantikan pun datang. Hari itu adalah hari pertandingan final futsal di sekolahku. Kelas kami (ten six) Vs kelas teman kami (ten seven), kedua kelas ini memang banyak yang mendukung sampai ke pertandingan. Namun sangat di sayangkan kami ditekuk dengan skor 7(ten seven) dan 6(ten six), sepontan saja jeritan anak ten seven membisingkan telinga dan membuat telinga membengkak. tetapi kami memaklumi itu karena mereka adalah pemenangnnya. Tapi di sela itu pula tangisan pecah dari kelasku semuanya menangis termasuk aku. Kami bukan menangisi karena kekalahan kami hanya saja kami sangat kecewa pada wasit yang bertugas pada hari itu yang kurang seportif dan bagi kami wasit pada pertandingan final itu memihak salah satu pihak seharusnya kipper mendapat kartu merah dua kali namun hanya di beri satu kali kartu merah dan seharusnya kaito capten dari kelas sepuluh seven heandsball tiga kali namun tidak pernah diberikan pinalti pada kami. Aku pun sempat tersunut emosi dan berkata kotor pada kaito sekaligus pada wasit “woy kaito!”_kataku sambil menunjuk wajahnya. Seketika dengan sigapnya Mr. Jarko berkata “sudah Kanata jangan emosi”,aku pun sempat terdiam sejenak namun emosi itu meluap kembali setelah melihat wajah gilang sang wasit dua kemudian aku berteriak “woi…Gilang !#!@#$I))@_*#^ !! susun tuh wasit ,kalau tidak bisa jadi wasit gak usah adain futsa lagi otak licik ” . Namun Mr. Jarko menenangkan aku ,hingga aku pun menjadi tenang dan dalam lubuk hatiku hal tersebut lah yang membuat kami semua menangis. Kami kalah karena sebuah kecurangan. Namun bagi kami. kami kecewa permainan kami yang sangat menjunjungkan ke seportifanya di kotori dengan ke picikan yang seperti itu dan kami hanya menyayangkan hal itu.
Sedetik kemudian pak Jarko berkata “sudah anak-anak jangan menangis di pertandingan wajar ada yang menang dan kalah ,kemudian untuk Kanata sudah jangan emosi”_ujarnya. Aku pun membalas ucapan pak Jarko “iya pak yang penting kita tetap solid dan seportif dalam pertandingan”_celotehku sambil menahan emosi,Tak dikira ternyata Hikaru menyahut dan membuat kami tercengang “Iya,kita gak apa kalah . Kekalahan adalah awal dari sebuah kemenangan yang penting tetap solid,menjunjung tinggi seportifitas dan jangan bangga dengan kemenangan yang licik”_katanya sambil berteriak dengan nada suara keras plus lantang.
Setelah semua menjadi tenang kami semua naik ke lantai dua yang ada disekolah,namun anak-anak perempuan tetap menangis hingga tanpa disadari Kiriko membentak mereka “ya udah sih jangan menangis terus biarin aja mereka itu”_bentaknya pada para siswi padahal ia sendiri baru lah selesai dari tangisnya. Alasan ia membentak mereka adalah karena rasa sayang kami pada semuanya sehingga ia tak mau melihat semuanya sedih.
Malam pun berganti semua sudah ada dirumah masing-masing. Malam itu jejaring social twitter ramai oleh kelasku semua menulis “iya kalah gak apa ,bagi pemenangnya selamat ya” “besok hari terakhir kita di kelas X.6 dan mr. jarko”_dua kata tersebut kami yang mengucapknya. Tapi disayangkan kelas X.7 menanggapi dengan miring tulisan ucapan selamat yang kami berikan dari lubuk hati dianggap sindiran dan dianggap ucapan tak terima dari kekalahan padahal bukan itu maksud kami.
Hari jumaat 31 mei 2013 adalah hari terakhir bersama kelasku tercinta semua siswa dan siswi berkumpul menjadi satu membentuk lingkaran bahagia. Namun kakak kelas kami dari kelas wasit satu bilang suatu hal yang membuat bahan bakar peledak di hati hampir aktif   “ya X.6 juara ke 2 ya kasihan banget sih kapok”_bilangnya. Kami pun menjadi perang dingin dengan semua murid di sekolah karena menjahui kami semua dan kami pun hanya terdiam mendapat ucapan yang menyakitkan itu dan hanya tersenyum dibalik kesedihan karena kami mengingat kata-kata mr.Jarko kalau saja kami seorang pun tak sayang mr. jarko , mungkin saja kami sudah tawuran dengan kelas X.7 dan IPA atau IPS. Hari itu pun kiriko,aku dan seluruh siswa meminta maaf pada seluruh siswi “maaf ya kemarin membentak kalian dengan keras itu semua karena kami sayang dengan kalian . kami tak ingin melihat kalian menangis jadinya seperti itu.”_ucap kami.
Pertandingan pun telah usai. Kini ujian akhir semester pun menanti didepan mata. Sebelumnya kelas kami (X.6 dan X.7) bersahabat dekat sekarang tak dapat dipungkiri  bahwa persahabatan itu pecah karena ego semata . Satu minggu berlalu dari pertandingan itu, kami semua menghadapi ujian akhir semester yang silih berganti ,malam berganti siang,musim semi berganti menjadi musim dingin. Hari pembagian rapot pun tiba dan kami semua naik kelas dengan nilai yang sangat memuaskan namun dibalik kesenangan itu terbesit kesedihan yang mendalam yaitu kehilangan pak jarko wali kelas kami tercinta yang telah memahami kami dengan penuh kasih sayang dan beliau sudah tak mengajar di sekolah kami lagi.
Satu bulan dari hari pembagian rapot itu kami masuk ke kelas yang baru dengan jurusan yang berbeda-beda dan kami merindukan suasana kelas ten one yang bising namun mengasikan dan meninggalkan kesan yang begitu mendalam , Hari itu pula kami sudah tak pernah melihat sosok pak jarko yang entah dimana ia sekarang ia berada.





                        ~TAMAT~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar